Dalam
pengambilan data terumbu karang ada banyak metode yang dapat dilakukan yakni,
LIT (Line Intercept Transect), PIT (Point Intercept Transect), Manta Taw, dan
UPT (Underwater Photograph Transect).
·
LIT (Line Intercept Transect)
Pengamatan dilakukan pada
tiga sisi, dan setiap sisi terdiri dari tiga
zona yaitu Zona Reef Crest di kedalaman 3 m, Reef Slope di kedalaman 12 m dan
Reef Base di kedalaman 28 m. Tiap Zona memiliki satu transek sepanjang 100
meter. Pemasangan transek dipasang sejajar dengan garis pantai dan mengikuti
kontur.
Metode ini mempunyai
beberapa kelebihan antara lain, akurasi data dapat diperoleh dengan baik, kualitas data
lebih baik dan lebih banyak, penyajian struktur komunitas seperti perentase
penutupan karang hidup ataupun karang mati,
ukuran koloni dan keanekaragaman jenis dapat disajikan secara lebih menyeluruh
serta dapat menyajikan secara baik data struktur komunitas biota yang
bersimbiosis dengan terumbu karang. Sedangkan kekurangannya ialah alat dan
bahan yang banyak, waktu yang dgunakan lebih lama dan membutuhkan tenaga lebih.
·
PIT (Point Intercept Transect)
Metode
PIT, merupakan salah satu metode yang dikembangkan untuk memantau kondisi
karang hidup dan biota pendukung lainnya di suatu lokasi terumbu karang dengan
cara yang mudah dan dalam waktu yang cepat
Kelebihan
:
o
Cepat dan efesien
o
Data yang diperoleh juga jauh lebih baik dan
lebih banyak
o
Penyajian struktur komunitas seperti
persentase tutupan karang hidup/karang mati, kekayaan jenis, dominasi,
frekuensi kehadiran, ukuran koloni dan keanekaragaman jenis dapat disajikan
secara lebih menyeluruh
o
Struktur komunitas biota yang berasosiasi
dengan terumbu karang juga dapat disajikan dengan baik
Kekurangan
o
Membutuhkan tenaga pengamat yang banyak
o
Survei membutuhkan waktu yang lama
o
Dituntut keahlian peneliti dalam identifikasi
karang, minimal bentuk pertumbuhan.
o
Peneliti dituntut sebagai penyelam yang baik
o
Biaya yang dibutuhkan juga relatif lebih
besar
o
Karang yang diamati hanya karang yang dilalui
oleh garis transek.
·
Manta Taw
Manta
Taw ialah metode pangamatan terumbu karang dengan cara penyelam ditarik oleh
kapal dengan kecepatan 1 knot, adapun jaraknya penyelam dan kapal adalah 18
meter.
Kekurangan
:
o
Survey secara tidak sengaja bisa dilakukan
pada lokasi di luar terumbu karang (pasir, perairan yang dalam)
o
Peneliti sering lupa bila terlalu banyak
objek yang harus diingat
o
Kemungkinan ada objek yang terlewatkan atau
tidak teramati
·
Metode tidak cocok digunakan pada saat
kondisi visibility lokasi rendah atau kurang dari 6 meter.
Kelebihan
:
·
Daerah yang luas dapat disurvei dalam waktu
yang singkat
·
Metode yang digunakan sederhana dan mudah
untuk dipraktekkan
·
Biaya yang digunakan tidak terlalu mahal
·
Peneliti tidak terlalu lelah untuk survey
areal yang luas.
·
UPT (Underwater Photograph Transect)
Metode ini pengembangan dari
LIT, Observer tidak perlu berlama-lama dalam air namun cukup melakukan
pemotretan pada substrak karang sepanjang transect lalu melakukan analisa data
kuantitatif reefs life form dengan bantuan software CPCE (Coral Point Count
With Excel extensions) yang dikembangkan oleh NCRI (National Coral Reef
Institute) yang berbasis di Florida Amerika Serikat. Adapun kekurangan dalam
metode ini adalah membutuhkan waktu yang lama, peralatan yang banyak dan biaya
yang besar, kelebihannya ialah didapatkan data yang akurat, lebih cepat dari
LIT.
Dari
metode diatas yang dijelaskan secara singkat digunakan untuk melihat dari
struktur komunitas, jenis (Spesies) dan Jumlah (Individu), Biomassa, Berat
(g/kg), (untuk mengetahui berat dari suata objek pengamatan,apabila kita berada
dalam kolom air peyelam harus mengukur panjang dan lebar objek yang selanjutkan
akan dikonfersi), sehingga dapat dilakukan analisis pada perhitungan Statistik.
makasih sudah share
ReplyDeleteSolder Temperatur
Spin Casino: The Best Online Casino
ReplyDeleteThe best online casino for US players at ChoEcasino.com. Find the best welcome bonuses, games, 카지노 promotions 샌즈카지노 and more. 메리트 카지노 Claim your Welcome Bonus here!